Selasa, 19 Juli 2011

Expire Date

Sudah beberapa kalinya semenjak PKL di Apotik gw harus mengejar pasien. Yah.. itu semua karena kecerobohan, dan kalau tidak diperbaiki langsung bisa berakibat fatal.

Berawal dari seorang ibu dan anaknya membeli obat batuk anak. Ketika di cek kotaknya tidak ada expire date or tanggal kadaluarsanya. So, dengan PD-nya gw serahkan obat tesebut. Sebelumnya gw sempat menawarkan merek obat yang berbeda yang gw rasa lebih bagus. Namun sang ibu menolak. Selesai. Namun masih ada yang mengganjal di hati gw.

Langsung gw dan dila membuka kemasan obat yang lain dengan merek yang sama dan melihat tanggal expire nya di etiket botol. Ternyata dugaan dila benar, obat tersebut sudah expire. Kalo temannya expire, bisa jadi obat yang dibeli ibu tadi sudah expire. Gawat.

Kejar nisa!! Ya, gw harus mengejar ibu tadi. Semoga belum jauh.

Beruntungnya, gw akhirnya mendapati ibu tadi dan anaknya, sepertinya tadi beliau belanja dulu di mini market sebelah, jadi gw masih sempat. Alhamdulillah.

Setelah mohon permisi untuk melihat kemasan obat tadi dan melihat tanggal expire nya di etiket botol, ya betul, obat itu sudah expire. Dan gw hampir mencelakakan orang lain. Setelah meminta maaf, gw kembali ke apotik. Terdiam jadinya.

Ini menjadi pelajaran berharga bagi gw. Menyerahkan obat (dispensing) tidak hanya menyerahkan dan terima uang. Tapi kita harus hati-hati, kudu teliti, cek dulu etiket obat dan berikan informasi tentang obat yang dibutuhkan pasien.

Selasa, 21 Juni 2011

nice view

akhir-akhir ini langit sangat berbeda..

CANTIK NIAN ...

mungkin untuk beberapa saat gw merasa setuju bahwa pohon-pohon di pinggir jalan setelah gerbang ke kampus ditebang..
selain ternyata pucuk yag tumbuh setelahnya menjadi banyak, gw bisa melihat view langit, laut dan kota padang dari sisi yang berbeda.. dan gw bisa melihat bukit lampu dari jalan depan kos tanpa penghalang.. CANTIK.. Subhanallah :)

Senin, 20 Juni 2011

Learning by doing

I used to think that this was my worst day. Because 2 reasons : I had bad cought and made my voice was husky and as addition my examination was too difficult :(

Mengapa untuk mata kuliah yang satu ini rasanya sangat sulit sekali? Gw lemah dalam menghafal, dan untuk saat ini dibutuhkan hafalan tingkat tinggi. Baiklah, walaupun itu Cuma data laboratorium, tapi bagi gw itu bukan CUMA, itu susah sekali. Walupun sudah membaca bahan ujian berulang-kali, tapi saat ujian, semuanya blank. Bagaimana menginterpretasikan secara klinis dari hasil laboratium. Apa itu tanda hipernatremia lah, hiperkalemia lah, etc.

Sepertinya, ujianlah yang membuat suasana hati gw tambah lebih memburuk. Gw merasa gagal. Bagaimana bisa diminta rekomendasi buat terapi obat kalo data-data labor saja belum megerti.

Di tangga menuju kelas, aku berbicara kepada sahabatku dila,

“andaikan ada kesempatan kedua..” dan yang seperti yang kuduga, dila menjawabnya

“manusia, selalu minta kesempatan, gw rasa ujian take home itu untuk perbaikan mah nis”

Hmmm, bijaknya sahabat gw yang satu ini. Untungnya, bu des tidak hanya memberi ujian teori tetapi ujian kasus yang boleh dikerjakan di rumah. Setidaknya ada kesempatan untuk memperbaiki keadaan.

Satu jam selanjutnya, ba’da ujian, kami langsung kuliah pembekalan untuk praktek di rumah sakit nanti. Dosen kuliah ini sama dengan dosen yang memberikan ujian tadi. Sebenarnya bu des salah satu dosen favorit gw. Beliau seorang praktisi apoteker di rumah sakit, jadi kuliah bersama beliau serasa kita benar-benar menghadapi dunia farmasi di rumah sakit yang sebenarnya. Aneh memang, seharusnya gw bisa menguasai mata kuliah ibu itu. Tapi, melihat ujian tadi, gw sudah memperkirakan kemungkinan terburuk.

Konsentrasi mengikuti kuliah. Tapi pikiran gw terbelah dengan dila yang mulai mencoret-coret di kertas, mona yang asyik buka twitter, dan tenggorokan yang serasa penuh duri.

Kembali perhatian ke kuliah bu des. Ajaib, gw mulai menikmati kuliah ibu. Kuliah bu des hari ini menjelaskan apa peran kita, apa yang harus kita lakukan sebagai pharmacist di rumah sakit. Terutama saat praktek nanti. Dengan contoh yang sederhana, dengan guyonan, suasana hati gw mulai berubah.

Bu des mengingatkan bahwa untuk menjadi pharmacist, bagian dari Health Care Team, kita tidak boleh berhenti belajar. Belajar terus menerus. Bukankah belajar tidak harus dari lembaga pendidikan, mencari ilmu dari sarana yang lain juga bisa dikatakan belajar. Bahkan ibu pun belajar tentang farmasi klinis dari nol sambil mengaplikasikannya, Learning by doing.

“Mungkin ujian tadi bisa kalian mengerti setelah praktek di bukit tinggi nanti” ucap ibu tu sambil tersenyum. Learning by doing.

“kesempatan kedua kalian untuk memperbaiki ujian, ya di bukit tinggi nanti” perkataan ibu tu serasa membuka penerangan di pikiran gw. Benar juga, dengan praktek nanti mungkin gw akan lebih menguasai data laboratorium dan pemeriksaan penunjang untuk pengobatan.

Hmmm, gw ga boleh nyia-nyiain kesempatan itu. Walaupun kesempatan kedua yang diberikan oleh bu des tidak merubah nilai ujian gw hari ini, setidaknya di kesempatan kedua itu gw lebih mengerti dengan data labor. Mungkin dengan mempraktekkannya akan lebih melekat di otak gw.

Alhamdulillah, ajaib dalam satu jam bu des bisa merubah suasana hati gw. Selanjutnya, gw harus berusaha sendiri untuk memujudkan impian gw menjadi pharmacist yang bermanfaat di dunia dan akhirat. Semangat !!!!! n_n

Padang, 20 Juni 2011

Sabtu, 30 April 2011

Kamis, 28 April 2011

3 months left

3 bulan menuju praktek lapangan. Disaat seperti ini, rasanya sangat mendebarkan. 3 bulan menuju praktek lapangan. Praktelk rumah-sakit, industry dan apotik. Walaupun belum keluar jadwal prakteknya, tapi gw selalu merasa khawatir dan takut.

3 bulan lagi menuju keadaan sebenarnya. Rasanya ilmu gw belum cukup. Gw belum mampu. Perasaan tegang itu selalu muncul setiap dosen berkata :

“Bagaimana? Sudah siapkah konseling dengan pasien ?”
“Kalo pasien bertanya tentang cara pakai obat ‘ini’ bagaimana?”
“Mengapa pemilihan obat ‘ini’ lebih tepat?”
“Bagaimana bila obat yang diresepkan kurang tepat untuk pasien?”
“Mengapa pasien penyakit ‘ini’ tidak boleh diberikan obat ‘ini’?

Pertanyaan “bagaimana” dan “mengapa” itu selalu menari-nari di otak gw..
Mungkin gw hanya berfokus di bidang yang mengarah ke pharmaceutical care bukan industry. Hmmm.. semakin mendekati hari-H rasanya lebih deg-degan. Rasa gugup ini bahkan mengalahkan gugup gw saat mau ujian kompre sarjana.

3 bulan lagi.. Masih ada waktu.. Masih ada waktu

Jumat, 15 April 2011

Beautiful Sunset






Pernah melihat sunset yang keren?

Ga perlu jauh-jauh dan ongkos yang mahal untuk melihat matahari tenggelam yang indah. Cukup ke pantai padang (baca= taplau), kita bisa saksikan ciptaan ALLAH yang Maha Dahsyat ini ^0^


Rabu, 13 April 2011

Crazy Little Thing Called Love

Gw mendapatkan film lucu dari dila. Katanya lucu. Padahal gw ga minta tapi dikasih. Berhubung malam ini agenda gw menyetrika dan gw suka nyetrika sambil nonton karena bagi gw nyetrika pekerjaan yang lama dan membosankan jadi harus diimbangi dengan kegiatan lain biar ga monoton. Langsung saja mari kita menonton bersama-sama.

Filmnya berjudul “Crazy Little Thing Called Love”, produksi Thailand, tp gw ga kenal siapa pemerannya. Awal menonton gw suka ketawa, selain memang jalan ceritanya lucu, dialek bahasanya pun menarik bagi gw. Walaupun sama-sama Asia Tenggara, tapi bahasanya jauh berbeda dengan bahasa kita. Sebenarnya ga perlu jauh-jauh, bahasa minang dan bahasa sunda aja jauh berbeda, tapi walaupun berbeda, karena cinta dan rahmat-NYA negeri ini menjadi beragam dan kaya akan bahasa.

Back to film, secara garis besar film ini menceritakan tentang seorang gadis remaja yang kurang menarik awalnya menjadi berubah semakin cantik karena jatuh cinta dengan seniornya yang keren dan terkenal di sekolahnya. Secara materi, gadis ini termasuk kalangan menengah, dia terpisah dari ayahnya yang bekerja di Amerika untuk menghidupi keluarganya. Ayahnya berjanji untuk mengirimkan tiket ke Amerika kepada anak-anaknya bila berhasil menjadi rangking satu. Padahal sebelumnya dia hanya urutan ke-30, meskipun begitu dia sangat mahir dalama berbahasa inggris.

Dia jatuh cinta kepada senior yang popular di sekolahnya (si senior keren main bola dan hobi fotografi). Bersama gang-nya akhirnya dia mencoba mengikuti petunjuk-petunjuk cara menyatakan cinta dari sebuah buku yang mereka baca. Mulailah kelucuan-kelucuan dari usahanya agar tampil menarik dan menjadi di’kenal’ oleh seniornya. Lama kelamaan adik tersebut berkembang menjadi anak yang cantik dan popular di sekolahnya. Tanpa dia sadari, sebenarnya seniornya memperhatikannya dari awal. Namun mereka sama-sama saling memendam perasaan mereka masing-masing. Di penghujung kelulusan, gadis ini akhirnya menyatakan perasaannya kepada seniornya, namun senior tersebut sudah ada yang memiliki. Akhirnya gadis itu ke Amerika setelah berhasi rangking satu dan senior tersebut ke Bangkok untuk ikut klub bola. Sebelum berangkat ke Bangkok, si senior meletakkan sebuah buku di beranda rumah gadis tersebut. Manisnya, buku tersebut berisi foto-foto gadis tersebut dari kelas satu, foto saat rambut dia masih kasar, masih berkawat dan berkulit kusam hingga foto dia yang semakin manis. Foto saat gadis itu bermain drama,menjadi pemegang tongkat di marching band, sampai foto –foto kegiatan mereka bersama. 9 tahun kemudian mereka bertemu kembali di acara televisi, saat itu si gadis tadi sudah menjadi disainer terkenal dan seniornya sudah menjadi pemain bola sekaligus fotografer professional. Dan akhirnya happy ending deh (kayak di komik-komik).

Cerita ini menjadi menarik karena dikemas dengan persahabatan, perjuangan, mengajarkan untuk tidak meremehkan orang lain dan menjadikan “cinta“ sebagai inspirasi.
Gw jadi ingat masa-masa SMA dulu karena nonton film ini. Saat gw masih imut dulu, gw juga pernah suka sama teman gw. Bedanya gw saat itu malah berusaha menghindari perasaan gw tersebut. Di film itu, gadis tersebut suka gugup saat mw ngobrol sama seniornya, mungkin gw juga kayak gitu dulu. Kalo ngomong gugup, dikit-dikit suka senyum-senyum sendiri, dan yang paling nge-BT in yaitu tumbuh jerawat di pipi gw sebesar biji jagung, Ok lah, ga segede itu banget sich, tapi cukup membuat gw diledekin sama teman-teman gw. Dan malunya, lagi dengan tepat mereka godain gw kalo gw lagi jatuh cinta. Tentu aja gw ngelak (padahal itu kenyataan >.<).

Itu pertama kali bagi gw jatuh cinta, dan gw ga mau perasaan gw ini ganggu aktivitas gw. Jujur, gw jadi tambah semangat, tambah rajin, mungkin itu dikarenakan hormon baik gw meningkat saat gw jatuh cinta. Tapi, kadang-kadang juga suka loyo dan melamun (kalo yang ini mah karena kurang gizi mungkin). Kalo ada yang ngomongin teman gw yang gw suka tu, rasanya antenna gw langsung panjang berusaha menyerap informasi sebaik-baiknya. Dengar nama teman gw itu disebut aja suka deg-deg an. Gila rasanya.

Tapi saat itu juga, gw sedang belajar mencintai sang pencipta. Memang terlambat rasanya, gw baru belajar dari SMA. Tapi gw pengen menjemput hidayah itu. Iri rasanya saat melihat sahabat gw berkembang menjadi semakin dekat dengan ALLAH sedangkan gw masih sulit menata perasaan gw. Sebenarnya gw malu, porsi-NYA di hati gw semakin tersisihkan karena perasaan gw.

Karena manusia gw terlena, tapi untuk-NYA apa?
Gw pengen dicintai-NYA, tapi hati gw sendiri susah diatur..

Ada lirik nasyid yang menyentuh saat itu :

…Sering kita merasa taqwa.. tanpa sadar terjebak rasa.. tanpa sengaja mencuri-curi.. diam-diam ingkar hati.. (SNADA- Belajar dari Ibrahim)

AND SATU LAGI:

Tuhan dulu pernah aku menaruh simpati
Kepada manusia yang alfa jua buta
Lalu terseretlah aku di lorong gelisah
Luka hati yang berdarah kini jadi kian parah
Tuhan dosaku menggunung tinggi, tapi rahmat-MU melangit luas ……
Bila selangkah ku rapat pada-MU, seribu langkah KAU rapat pada-KU
(RAIHAN- Mengemis Kasih)

Sampai kuliah pun gw masih sulit menata hati gw. Bersyukurnya gw karena kuliah gw sangat jauh dengan teman gw tersebut. Menyebrang lautan. Dan karena kesibukan di kuliah, lama-lama gw jadi lupa dengan perasaan gw tadi..Film tadi itulah yang ingatin gw, he45..

Sampai sekarang gw masih belajar untuk meraih cinta-NYA. Memang gw ga pantas untuk itu, gw terlalu banyak lalai. Gw takut termakan cinta palsu yang membuat gw lalai dan berpaling dari-NYA.

Kalo diingat-ingat lagi, biarlah cerita cinta pertama gw seperti itu apa adanya. Menjadi kenangan tersendiri di memori ini.

Padang, 13 April 23: 45 WIB

“ Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetar hatinya, dan pabila dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal” (QS. Al-Anfal : 2)

Sabtu, 09 April 2011

stuck

Lagi-lagi gw melakukan pekerjaan yang tidak pada waktunya. Seluruh bahan baik artikel dan jurnal-jurnal untuk tugas Mr. Derry dan Mr. Akmal sudah beres. Tinggal dibaca. Tapi itu dia. Penyakit malas dan gak penting gw kambuh lagi malam ini. Melangkahlah gw menuju tumpukan cucian kotor gw dan segera merendam baju-baju kotor gw ke kamar mandi. Melihat bak mandi yang dasarnya sudah merah. Gw mulai mengosongkan bak mandi dan mensikatnya. Bersih. Senang hati gw. Tidak lupa gw menyalakan keran untuk mengisi air dalam bak mandi.

Sepi. Gw beranjak ke kamar gw dan melihat jam kecil snoopy milik nevi, teman sekamar gw, 11.30 pm, ya ampun sadarlah gw kalo gw sudah membuang waktu. Dan sekarang, gw malah ngetik tulisan ini.Gw belum ngantuk dan ga boleh ngantuk dulu walau memang seharusnya tidur. Ini malam.

Hufffff….. sepertinya gw benar-benar bosan dan suntuk. Terjebak dengan kejenuhan.

Sabtu, 08 Januari 2011

Kamsa hamnida

Ketika aku berada di keterpurukan, ALLAH mengirimkan mereka untuk membantuku. Mungkin mereka tidak menyadarinya. Saat itu aku merasa hancur. Saat itu aku merasa berada di keadaan yang aku sendiri bertanya, “ada apa dengan diriku?”

Tapi aku sadar, aku tidak sendiri.

Mereka selalu memberiku semangat.

Melalui diskusi mereka memberiku nasihat. Aku tidak memintanya tapi aku mendapatkannya.

Melalui omelan mereka mengingatkanku. Lagi-lagi aku tidak memintanya tapi aku mendapatkannya.

Melalui canda dan tawa mereka memberiku semangat. Sekali lagi aku tidak memintanya tapi aku mendapatkannya.

Bersyukur aku punya mereka.

So when you feel like hope is gone

Look inside you and be strong

And You finally see the truth that the hero lies in you

(Hero- Mariah Carey)

For my beloved bestfriends,

Kamsa hamnida.. semoga ALLAH snantiasa melindungi kita