Keluar dari zona nyaman. Untuk sekarang saya belum siap mengalaminya. Suatu ketika mama tiba-tiba menanyakan keadaan tangan saya. Beliau juga mengusulkan untuk segera berkonsultasi ke dokter untuk membuka 'besi penyambung' tulang tangan kanan saya yang patah 1,5 tahun yang lalu. Jujur saya belum siap. Ibaratnya saya baru nyaman dengan sesuatu dan tiba-tiba harus lepas dari sesuatu itu dan beradaptasi dengan sesuatu yang baru.
Membutuhkan waktu yang lama bagi saya untuk beradaptasi dengan tangan ini. Bahkan pernah dalam suatu keadaan saya ingin sekali mencopot tangan ini sebentar karena tidak nyaman. dan rasa terikat yang kuat karena plate ini. Dan ketika saya merasa sudah bisa mengendalikan rasa yang tidak nyaman ini, tidak terasa waktu sudah berjalan lebih dari satu tahun. Saya sudah memikirkan kedepannya setelah operasi pelepasan pen. Tentunya saya harus beradaptasi kembali dengan keadaan tangan tanpa pen ini kembali. Pikiran saya menerawang ke masa ketika saya menjalani terapi okupasi setelah operasi pemasangan pen dahulu. Sakitnya Subhanallah bukan main. Saat itu saya menjalani terapi selama 2 bulan, maklumlah terapis harus berfikir keras untuk kasus patah tangan yang saya alami karena tangan saya dipasang plate di pergelangan tangan, lengan tangan atas dan wire pada bahu.
Hal yang membuat saya ragu saat ini yaitu pertanyaan yang menari-nari dalam fikiran saya, "lo dah siap nahan sakit lagi?"
dan sekarang saya benar-benar harus mengevaluasi diri saya. Yah, terkadang ketakutan itu lebih menakutkan dibandingkan kenyataan. "Lo terlalu banyak pertimbangan sa, come on! step outside from your comfort zone, endure your pain. Maybe it isn't going to be easy but it's going to be worth it."
Senin, 13 Oktober 2014
Selasa, 12 Agustus 2014
'Autis'
Hari ini ada yang aneh,tiga sahabat saya memberikan kabar lewat media sosial, pesan singkat dan bahkan mencoba menelfon. Sebenarnya tidak ada yang aneh seharusnya,bukankah wajar apabila sahabat kita menghubungi sahabatnya. Tidak ada yang aneh. Yang aneh adalah saya, merasa bingung tiba-tiba dihubungi serempak dengan media yang berbeda-beda. Jiwa sensitif saya keluar,ini kira-kira ada apa ya, di dalam bathin saya.
Malamnya seperti biasa saya mengobrol lepas dengan uniang dan uni sepupu membahas si Adhil yang pusing dengan tugas Ospeknya. Maklum, mahasiswa baru. Tiba-tiba terlontar dari uni bahwa saya dan Fadhil memiliki sifat yang sama, kalo ada tugas or problem, langsung serius sendiri, pusing sendiri sampai ga ngeliat keadaan sekitar (saya membahasakannya 'autis'). Saya berfikir dalam kata-kata si uni. Saya tidak mengelak kata-kata si uni.
Mungkin akhir-akhir ini saya kembali 'autis' dan ketika ketiga sahabat saya tadi yang tiba-tiba menghubungi saya, dengan perihal yang berbeda dan media yang berbeda namun dalam waktu yang hampir bersamaan, saya merasa aneh. Tidak ada yang aneh apabila sahabatmu menghubungimu, menanyakan kabar, berbagi cerita atau mungkin saling menasihati dalam kebaikan.Yah, manusia adalah makhluk sosial, bahkan perintah agama tidak hanya HablumminaLLAH tapi juga Hablumminannas.
Saya intropeksi diri lagi. Saya seharusnya bersyukur.
Malamnya seperti biasa saya mengobrol lepas dengan uniang dan uni sepupu membahas si Adhil yang pusing dengan tugas Ospeknya. Maklum, mahasiswa baru. Tiba-tiba terlontar dari uni bahwa saya dan Fadhil memiliki sifat yang sama, kalo ada tugas or problem, langsung serius sendiri, pusing sendiri sampai ga ngeliat keadaan sekitar (saya membahasakannya 'autis'). Saya berfikir dalam kata-kata si uni. Saya tidak mengelak kata-kata si uni.
Mungkin akhir-akhir ini saya kembali 'autis' dan ketika ketiga sahabat saya tadi yang tiba-tiba menghubungi saya, dengan perihal yang berbeda dan media yang berbeda namun dalam waktu yang hampir bersamaan, saya merasa aneh. Tidak ada yang aneh apabila sahabatmu menghubungimu, menanyakan kabar, berbagi cerita atau mungkin saling menasihati dalam kebaikan.Yah, manusia adalah makhluk sosial, bahkan perintah agama tidak hanya HablumminaLLAH tapi juga Hablumminannas.
Saya intropeksi diri lagi. Saya seharusnya bersyukur.
"Demi masa. Sungguh , manusia berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang berbuat kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran" (Q.S. Al-'Asr. 1-3)
Selasa, 17 Juni 2014
Sunflower Fields
Sunflowers are so cool, I have heard that the face of the sunflower hangs like it is wilted in the evening when the sun goes down and then it starts coming back up when the sun rises and it will follow the sun across the sky, and I wanna see them. I wanna see sunflowers in full bloom. That must be stunning beautiful.
Sunflower is a plant which can grow in dryness well. Sunflower seeds are very rich in nutrition and are usually extracted into oil for cooking or preserved as dried ones for snacks. Otherwise, they are mixed into cosmetic products. I get selected twenty astounding and spectacular sunflower fields from http://www.stuffmakesmehappy.com/2013/05/20-spectacular-sunflower-fields.html , they're right, I feel pleasure from these beautiful sunflower fields photographs. ![]() |
| Break the rules by Andreas Jones |
![]() |
| Summer memory by Stefan Andronache |
![]() |
| Here comes the Summer by Michael Breitung |
![]() |
| Sunflowers by Piotr Krol |
![]() |
| Sunflowers of the Storm by Michael Breitung |
![]() |
| Yellow by Dockside Colors |
![]() |
| Land of sunflowers by Helena Blanco |
![]() |
| Kelly's Dream by Kelly & Robert Walters |
![]() |
| Moon Over My Sunflowers by Rick Louie |
![]() |
| Campo de girasoles by Esteban Alejandro Martinez Guerrero |
![]() |
| Sunflowers by Timothy Swinson |
![]() |
| Land of a thousand suns by colleen |
![]() |
| Sunflowers by Lorena |
![]() |
| Ain't No Sunshine When She's Gone by Nic Powell |
![]() |
| Sunflowers by Donnie Nunley |
![]() |
| Sunflowers by Mihail Mosolov |
![]() |
| Beautiful sunflowers by Cristina Gascon |
![]() |
| Sunflowers by Ian Johnston |
![]() |
| Sunflowers by Tom Tanghe |
![]() |
| Sunflowers in Vojvodina by Robert Nagy |
Senin, 09 Juni 2014
My Little Brother
Khaibar Hidayatullah
Seseorang yang hadir di dunia ini selama 3 hari. Pikiran saya melintas menuju 17 tahun yang lalu. Kehadirannya teramat dinantikan dalam keluarga kami.Namun ALLAH lebih menyayanginya dan memanggilnya kembali.
Melihat adik sepupu saya membuat memory itu tiba-tiba kembali. Saya pernah mempunyai adik laki-laki tapi tidak pernah menyentuhnya. Sejak lahir dia sudah sangat menderita sehingga perlu perawatan khusus di rumah sakit dan akhirnya dia pergi meninggalkan kami. Yang teringat dalam memory ini saat berita kelahirannya, saya keliling kompleks dan mempublikasikannya kesetiap orang yang saya temui. Di keluarga kami, tidak ada anak laki-laki. Tentu saja kehadirannya membawa warna tersendiri. Tidak ada kenangan bersamanya. Tapi saya amat merindukannya.
Memory lain yang saya ingat adalah tangisan mama saat itu. Wanita yang paling saya cintai. Tapi, ALLAH memberi skenario lain, mama diberikan amanah untuk membina panti asuhan dan mulai tahun lalu bahkan tinggal di panti asuhan anak laki-laki. Dan sekarang anak laki-laki mama banyak. Dan saya pun, sudah tidak terasa sudah 8 tahun di Padang, dan selama 8 tahun saya menyaksikan pertumbuhan adil, adik sepupu saya, dari seragam merah-putih hingga sekarang sebagai calon mahasiswa. Walaupun saya tidak tinggal di tempat uniang, adek mama, tapi at least 2 minggu sekali pasti menginap di sana. Itu suatu keharusan kalau tidak mau disebut menghilang dari peredaran, hahaha.
Melihat adik sepupu saya membuat saya mengingat seorang Khaibar Hidayatullah, saya tidak akan pernah melupakan nama itu. Adik bungsu kami. Pertanyaan adil, adik sepupu saya, di suatu sore menyentakkan lamunan saya.
"Baa bantuak adiak kakak yo kok iduik?" (Bagaimana rupa wajah adik kakak bila dia masih hidup?)
Saya ga pernah membayangkannya, tapi saya yakin pasti ganteng, lebih ganteng daripada adil, hahaha. Karena dia adalah bidadara (bidadari untuk cewek kan..) surga, tabungan untuk mama dan abak.
Khaibar Hidayatullah, seseorang yang secara tidak langsung membuat saya bercita-cita sebagai apoteker. Karena saat kehamilan khaibar, mama pernah dirawat di Rumah Sakit dan diberikan obat yang tidak boleh untuk ibu hamil. Saya tidak mau kisahnya terulang pada bayi-bayi yang lain.
Tanpa saya sadari, kehadirannya yang hanya sebentar membuat saya seperti sekarang. Sebagai apoteker dan terus belajar di bidang klinis.
Padang, 10 Juni 2014, 17 tahun kurang sehari dari tanggal kelahiran Khaibar Hidayatullah.
Minggu, 01 Juni 2014
Senin, 26 Mei 2014
Tentang perizinan
Ditemani brownis kukus dan irama hujan saya merenung. Sebenarnya suasana hati saya saat ini sedang tidak baik. Hari ini saya berencana ke rumah teman saya di Alahan Panjang, Solok, dan rencana tersebut terpaksa dibatalkan. Terakhir kali saya kesana sekitar 3,5 tahun yang lalu.Pertama kali saya berkunjung saya sudah merasakan nyaman dan perasaan seperti di rumah. Seperti petatah minang: Jauah cinto mancinto, dakek jalang manjalang (Rasa kekeluargaan yang tak kuinjung habis, walau jauh dimata tapi dekat di hati).
Saat itu, saya berjanji bahwa suatu saat saya harus ke sana kembali. Hari ini saya memutuskan untuk kesana kembali untuk bersilaturahim sekaligus menikmati udara yang sudah saya rindukan. Namun apalah daya, izin dari ibunda tercinta tidak didapatkan.Terpaksa saya urungkan misi saya dan berdoa agar suatu saat saya bisa diberi kesempatan kesana kembali.
Saya merenung betapa berbedanya cara berfikir saya dari waktu ke waktu. Fikiran saya menyelam ke beberapa tahun yang lalu. Dulu saya tidak terlalu mementingkan 'izin' sebelum berpergian kemana pun karena status saya sebagai anak perantauan. Orang-tua saya memberikan kami kebebasan sejak awal kuliah dan kepercayaan itu saya jaga baik-baik sebagai tanggung-jawab seorang anak.Karenanya,tidak semua perjalanan ke luar Padang saya laporkan. Namun, satu pesan abak yang saya pegang, "Jangan berenang di sungai , pantai atau laut", pesan itu saya jalankan dengan baik, karena saya memang tidak bisa berenang, hehehe.
Pernah saya berkunjung ke Pulau Pagang, sesampainya di pulau baru saya telfon abak untuk mengabarkan. Untung saja di sana ada sinyal. Kalau saya bilang sebelum berangkat pasti abak keberatan. Itu salah satu taktik saya agar bisa berpergian tanpa membuat orang-tua khawatir. Dan hampir kebanyakan perjalanan, setelah sampai di tempat baru saya kabarkan keduanya.
Jangan tiru saya.
Tahun lalu, saya berkunjung ke Padang Panjang, silaturahim sekaligus refreshing ceritanya. Daerahnya sangat cantik, sejuk dan hijau, khas daerah ketinggian. Pagi itu, kami memutuskan untuk berkeliling dengan sepeda. Malang tak dapat diraih untung tak dapat ditolak, saya menabrak tiang rambu-rambu jalan dan mengalami patah tulang sehingga harus dioperasi. Kabar sampai di Depok dan membuat orang-tua kaget dan khawatir lantaran saya harus operasi sore itu juga. Bersyukur, keluarga teman saya sangat baik dan amat membantu saya. Jadilah keesokan harinya, terjadi adegan film india sesampai mama di RS Padang Panjang. Mama nangis liat keadaan saya. Kejadian itu, terpatri dalam benak saya. Saya membuat mama menangis karena kecerobohan saya dan paling tidak menyenangkannya bahkan mama tidak tau kalau saya ke Padang Panjang karena saya memang tidak mengabarkan beliau sebelumnya.
Saat itu, saya berjanji bahwa suatu saat saya harus ke sana kembali. Hari ini saya memutuskan untuk kesana kembali untuk bersilaturahim sekaligus menikmati udara yang sudah saya rindukan. Namun apalah daya, izin dari ibunda tercinta tidak didapatkan.Terpaksa saya urungkan misi saya dan berdoa agar suatu saat saya bisa diberi kesempatan kesana kembali.
Saya merenung betapa berbedanya cara berfikir saya dari waktu ke waktu. Fikiran saya menyelam ke beberapa tahun yang lalu. Dulu saya tidak terlalu mementingkan 'izin' sebelum berpergian kemana pun karena status saya sebagai anak perantauan. Orang-tua saya memberikan kami kebebasan sejak awal kuliah dan kepercayaan itu saya jaga baik-baik sebagai tanggung-jawab seorang anak.Karenanya,tidak semua perjalanan ke luar Padang saya laporkan. Namun, satu pesan abak yang saya pegang, "Jangan berenang di sungai , pantai atau laut", pesan itu saya jalankan dengan baik, karena saya memang tidak bisa berenang, hehehe.
Pernah saya berkunjung ke Pulau Pagang, sesampainya di pulau baru saya telfon abak untuk mengabarkan. Untung saja di sana ada sinyal. Kalau saya bilang sebelum berangkat pasti abak keberatan. Itu salah satu taktik saya agar bisa berpergian tanpa membuat orang-tua khawatir. Dan hampir kebanyakan perjalanan, setelah sampai di tempat baru saya kabarkan keduanya.
Jangan tiru saya.
Tahun lalu, saya berkunjung ke Padang Panjang, silaturahim sekaligus refreshing ceritanya. Daerahnya sangat cantik, sejuk dan hijau, khas daerah ketinggian. Pagi itu, kami memutuskan untuk berkeliling dengan sepeda. Malang tak dapat diraih untung tak dapat ditolak, saya menabrak tiang rambu-rambu jalan dan mengalami patah tulang sehingga harus dioperasi. Kabar sampai di Depok dan membuat orang-tua kaget dan khawatir lantaran saya harus operasi sore itu juga. Bersyukur, keluarga teman saya sangat baik dan amat membantu saya. Jadilah keesokan harinya, terjadi adegan film india sesampai mama di RS Padang Panjang. Mama nangis liat keadaan saya. Kejadian itu, terpatri dalam benak saya. Saya membuat mama menangis karena kecerobohan saya dan paling tidak menyenangkannya bahkan mama tidak tau kalau saya ke Padang Panjang karena saya memang tidak mengabarkan beliau sebelumnya.
Kaluah kasah papek nan ampek, sarato anggota katujuahnyo, panca indra mananggu-angkan, batang tubuah marasokan
Sabtu, 22 Maret 2014
Alone star
Suatu ketika saya tertegun memandang langit malam dalam perjalanan pulang menuju kosan. Malam saat itu cerah. Namun tidak terlalu banyak bintang yang bermunculan. Bulan bercahaya indahnya. Bukan bulan tapi yang menjadi fokus saya saat itu. Sebuah bintang bersinar mencuri perhatian saya. Cantik seperti permata yang berkilauan. Tapi saya merasakan kesepian memandangnya.Bintang itu hanya sendiri tidak dalam konstelasi. Ataukah memang gugusannya yang lain tidak tampak karena langit begitu cerah.
Selasa, 11 Maret 2014
Lubuk Nyarai, it's all about green
![]() |
Benar adanya sebuah ungkapan "butuh perjuangan untuk mencapai tempat yang indah"
Untuk mencapai air terjun Lubuk Nyarai dibutuhkan 2 jam perjalanan treking. Lelahnya perjalanan terbayar dengan pemandangan yang indah. Ini layak disebut "Hidden paradise".
Tapi kami pergi ke sana di hari yang salah. Kami pergi di hari minggu yang notabene-nya hari libur, ga heran tempat ini amat sangat ramai. Saya tidak bisa mengambil gambar yang bagus di "spot" air terjunnya karena terlalu banyak manusia. Jadilah saya hanya menikmati pemandangan itu tanpa bisa membagikannya. Tapi saya yakin, sudah banyak orang yang share tentang "lubuk nyarai" di internet. Itu sebabnya saya benar-benar tertarik ingin kesini.
Keseluruhan perjalanan saya disuguhkan alam yang berwarna hijau. Cantik. Bahkan air sungai pun terlihat hijau. Saya berkesimpulan bahwa pantulan dari hutan di sekeliling sungailah yang berperan besar sehingga air sungai terlihat hijau. Menyejukkan mata :)
Selasa, 04 Februari 2014
Tempat yang Membuat Nyaman
Lama sekali saya mengabaikan blog ini. Baiklah, sarana ini diabaikan lebih dari 1 semester. Banyak yang terjadi dalam satu semester terakhir pada kesehatan saya. Keajaiban yang membuat saya menjalani operasi 2 kali. Bila dijumlah dengan awal tahun totalnya 3 kali dalam 2013. Keadaan ini yang membuat studi saya terundur 2 semester.
Untuk memulai studi setelah hampir 2 semester vakum itu ga mudah. Nyatanya saya membutuhkan usaha yang besar untuk membangkitkan semangat saya di tengah ketertinggalan. Lebay sangat tapi memang sulit.
3 Bulan terakhir ini saya kembali mencoba membuat tesis setelah waktu yang lama tidak menyentuh segala buku-buku dan jurnal-jurnal yang berkaitan dengan studi saya. Rasa menyesal tentu terbesit tapi saya tidak mau terlalu lama menyesal tapi tidak ada perbaikan.
Jenuh. Iya.
Bingung. Iya
Pusing. Iya
Kebingungan saya berawal dari satu pertanyaan : Mulai dari mana? I don't even know where sould I start?
Syukurlah saya sudah menemukan cara buat move on..
Salah satunya dengan mencari suasana yang nyaman yang bisa membuat saya bisa fokus dengan studi saya. Karena di semester ini saya sudah tidak kuliah, hanya penelitian saja, tidak juga bekerja lagi. Saya bebas untuk dimana saja. Di kos seharian juga tidaklah menyenangkan. Karena saya orang yang cepat bosan.
Cara pertama saya coba untuk mengungsi ke tempat teman. Tapi akhirnya malah ngobrol-ngobrol terus.
Selanjutnya saya ke tempat uniang, kasus yang sama terulang, tesisnya cuma sebentar, ngobrolnya lama.
Berpindah ke tempat makan yang menurut saya kondusif plus wi-fi tentunya, tidak bisa, saya malah ngamatin orang-orang disekeliling saya.
Di kampus juga kurang nyaman.
Rasanya seperti lagu ayu ting-ting, "dimanaa.. dimana.. dimana.."
(menghela nafas)
Looking for a cozy place is very hard.
Untuk memulai studi setelah hampir 2 semester vakum itu ga mudah. Nyatanya saya membutuhkan usaha yang besar untuk membangkitkan semangat saya di tengah ketertinggalan. Lebay sangat tapi memang sulit.
3 Bulan terakhir ini saya kembali mencoba membuat tesis setelah waktu yang lama tidak menyentuh segala buku-buku dan jurnal-jurnal yang berkaitan dengan studi saya. Rasa menyesal tentu terbesit tapi saya tidak mau terlalu lama menyesal tapi tidak ada perbaikan.
Jenuh. Iya.
Bingung. Iya
Pusing. Iya
Kebingungan saya berawal dari satu pertanyaan : Mulai dari mana? I don't even know where sould I start?
Syukurlah saya sudah menemukan cara buat move on..
Salah satunya dengan mencari suasana yang nyaman yang bisa membuat saya bisa fokus dengan studi saya. Karena di semester ini saya sudah tidak kuliah, hanya penelitian saja, tidak juga bekerja lagi. Saya bebas untuk dimana saja. Di kos seharian juga tidaklah menyenangkan. Karena saya orang yang cepat bosan.
Cara pertama saya coba untuk mengungsi ke tempat teman. Tapi akhirnya malah ngobrol-ngobrol terus.
Selanjutnya saya ke tempat uniang, kasus yang sama terulang, tesisnya cuma sebentar, ngobrolnya lama.
Berpindah ke tempat makan yang menurut saya kondusif plus wi-fi tentunya, tidak bisa, saya malah ngamatin orang-orang disekeliling saya.
Di kampus juga kurang nyaman.
Rasanya seperti lagu ayu ting-ting, "dimanaa.. dimana.. dimana.."
(menghela nafas)
Looking for a cozy place is very hard.
![]() |
| Cozy place to read |
Jumat, 12 Juli 2013
Hujan itu Istimewa
“Dan yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan) lalu kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati, seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari dalam kubur).” (QS. Az-Zukhruf, (43):11)
Saya suka hujan. Saya melihat tetesan hujan dari atap. Saya senang melihat air hujan yang membasahi tanah, pepohonan dan dedaunan.
Saat kecil saya suka main hujan-hujanan. Berbasah-basahan di bawah tetesan hujan sambil loncat-loncat di genangan air dan akhirnya diomeli mama karena basah kuyup. Ketika SMP dan SMA, saya juga sering hujan-hujanan pulang dari sekolah. Karena saya tipikal anak yang menganggap ribet dengan payung, jadinya saya malas bawa payung ke sekolah saat musim hujan. Dan jadilah basah-basahan sampai di rumah. Tetapi saya tidak sendirian melakukan aksi hujan-hujanan. Selalu ada teman di samping saya.
Ternyata mandi hujan juga pernah dikerjain Rasul SAW. Seperti yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam shohihnya.
Dari Anas rodhiyallahu ‘anhu, kami pernah bersama Rasul sholallahu
‘alayh wasallam pada saat hujan turun membasahi kami. Maka Rasulullah SAW membuka bajunya sampai hujan membasahi
tubuhnya. Kami berkata “wahai Rasulullah kenapa engkau melakukan ini?”.
Ia pun berkata “sesungguhnya ini adalah perkataan (rahmat) yang
dijanjikan Allah ta’ala.
See!! hujan adalah rahmat dari ALLAH.
Hujan
merupakan salah satu perkara terpenting bagi kehidupan di muka bumi. Hujan adalah sumber kehidupan.
“Dan di antara tanda-tanda-Nya (ialah) bahwa kau lihat bumi
kering dan gersang, maka apabila Kami turunkan air di atasnya, niscaya
ia bergerak dan subur. Sesungguhnya Tuhan Yang menghidupkannya, Pastilah
dapat menghidupkan yang mati. Sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala
sesuatu.” (QS. Fushshilat [41] : 39).
Bagi saya hujan itu Romantis. Dan saya tidak sendiri berfikir demikian. Suatu ketika saya sedang berjalan di lorong kampus bersama seorang teman. Saat itu langit mulai gelap dan menunjukkan tanda-tanda akan hujan. Tanpa sengaja saya mengatakan kalau saya sangat senang dengan hujan. Menurut saya hujan itu romantis. Tanpa diduga teman saya tadi menyetujui perkataan saya. Dia juga berfikir bahwa hujan itu indah dan romantis. Saya tadinya takut dibilang nerd karena kebanyakan orang akan mengeluh bila turun hujan. Saya senang mendapati orang yang berfikiran sama. Selanjutnya, kami bersama-sama menampung air hujan dari cucuran atap dengan tangan kami. Sekarang, walaupun kami telah jauh, tapi apabila hujan turun, saya akan mengirimkannya pesan bahwa di daerah saya tinggal sedang turun hujan dan hujan itu selalu mengingatkan saya dengan teman saya tadi.
Saya sangat suka hujan. Saya pernah menangis di bawah air hujan. Saat itu saya sedang dirundung masalah yang ingin sekali saya tumpahkan. Saat itu hujan turun, saya tidak melewatkan kesempatan untuk berdoa kepada ALLAH agar diberi petunjuk dan kekuatan. Saya memandang hujan dari balkon kosan, dan saya pun melangkah kebawah hujan dan tanpa tersadar air mata saya keluar, saya menangis, saya menangis di bawah hujan. Saya tumpahkan semuanya. Setelah itu? saya lega. Saya lega dan bersyukur. Menangis dibawah tetesan hujan ternyata tidaklah terlalu buruk. Orang lain pun tidak akan bisa membedakan air mata dengan air hujan. Hanya tuhan lah yang tahu bahwa kita menangis.
Saya
sangat suka hujan. Terlebih lagi saat saya mengetahui saat hujan ALLAH
mengabuli doa dari hambanya. Oleh karena itu saya tidak mau melewatkan
hujan tanpa berdoa. Bersabda Rasulullah SAW “Dua do’a yang tidak akan ditolak: do’a ketika adzan dan do’a ketika ketika turunnya hujan.”
Saya suka hujan. Tapi terkadang hujan yang amat sangat lebat juga menakutkan. Rasulullah SAW suatu saat pernah meminta
diturunkan hujan. Kemudian ketika hujan turun begitu lebatnya, beliau
memohon pada Allah agar cuaca kembali menjadi cerah. Rasulullah SAW berdo’a,
Ya
Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami. Ya
Allah, turukanlah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit,
perut lembah dan tempat tumbuhnya pepohonan
Ibnul Qayyim mengatakan, ”Ketika hujan semakin lebat, para sahabat meminta pada Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam supaya berdo’a agar cuaca kembali menjadi cerah. Akhirnya beliau membaca do’a di atas.”
Saya sangat suka hujan. Hujan adalah rahmat ALLAH SWT. Air hujan yang turun dari langit mengandung keberkahan. Makanya sangat tepat dikatakan bahwa Hujan itu Istimewa.
Jumat, 28 Juni 2013
Membedah Misteri Shalat Subuh
![]() | |||
| ISBN : 979-3653-08-6 |
Penulis : Dr. Raghib As-Sirjani
Penerbit: AQWAM Jembatan Ilmu
Jumlah Halaman : 151 Halaman
Seorang penguasa Yahudi berkata, “Kami baru takut
kepada umat Islam jika mereka telah melaksanakan shalat Subuh seperti
melaksanakan shalat Jumat”
SHALAT SUBUH,
SEBUAH UJIAN
Meskipun
jumlah rakaatnya paling sedikit, jika dibandingkan dengan shalat wajib lainnya,
shalat subuh memang terasa berat sekali. Banyak godaan untuk melaksanakannya.
Dan yang paling besar di antaranya adalah ketika kita harus melawan rasa kantuk
yang mendalam.
Apabila
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam meragukan keimanan seseorang, maka
beliau akan menelitinya pada saat sholat subuh. Apabila beliau tidak mendapati
orang tadi, maka benarlah apa yang beliau ragukan dalam hati.
Diriwayatkan
dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya sholat yang paling berat bagi orang munafik adalah sholat
Isya’ dan sholat subuh. Sekiranya mereka mengetahui apa yang terkandung di
dalamnya, niscaya mereka akan mendatangi keduanya meskipun dengan merangkak.
Sungguh aku ingin menyuruh untuk melaksanakan sholat, lalu sholat itu
ditegakkan, lalu aku perintahkan seseorang untuk mengimami sholat bersama
orang-orang. Kemudian beberapa lelaki berangkat bersamaku dengan membawa kayu
bakar yang terikat, mendatangi suatu kaum yang tidak menghadiri sholat jamaah,
sehingga aku bakar rumah mereka”.
(HR. Al-Bukhari dan Muslim)
“Sesungguhnya dua shalat ini (Subuh dan Isya’) adalah shalat yang paling berat bagi orang munafik. Sesungguhnya, apabila mereka mengetahui apa yang ada dalam shalat Subuh dan Isya’, maka mereka akan mendatanginya, sekalipun dengan merangkak”. (HR. Ahmad dan An-Nasa’i)
“Sesungguhnya dua shalat ini (Subuh dan Isya’) adalah shalat yang paling berat bagi orang munafik. Sesungguhnya, apabila mereka mengetahui apa yang ada dalam shalat Subuh dan Isya’, maka mereka akan mendatanginya, sekalipun dengan merangkak”. (HR. Ahmad dan An-Nasa’i)
BATAS WAKTU
SHALAT SUBUH
“Waktu Shalat Subuh dari terbit fajar sampai terbit matahari”. (HR. Muslim)
“Barangsiapa yang mendapatkan satu rekaat shalat Subuh sebelum terbit
matahari, maka ia telah melaksanakan Shalat Subuh”. (HR. At-Tarmidzi).
SHALAT SUBUH MUSTAHILKAH?
Mustahil bagi saya untuk bangun shalat subuh sesungguhnya permasalahannya
kembali pada kemauan atau tidak.
Renungan:
- ALLAH tidak membebani hamba kecuali sesuai kadar kemampuannya.
- Fenomena orang-orang Amerika“Saya banyak menjumpai orang2 Amerika di jalanan ketika saya pergi ke masjd untuk solat Subuh. Saya ulangi sekali lagi, SAYA PERGI, bukan SAYA PULANG. Maknanya, mereka mau bangun pagi-pagi sebelum Subuh tentunya untuk keperluan yang sangat penting. Saya pun berfikir, kira-kira apakah tujuan penting mereka sehingga mereka mahu bangun pagi-pagi sebelum jam 5 pagi dan memakai baju tidur? Untuk apa mereka keluar dalam keadaan cuaca yang sangat dingin menuju jalan-jalan raya? Tahukah anda? Ternyata mereka melakukan itu hanya untuk berjalan-jalan bersama anjingnya bagi menghirup udara segar di pagi hari”.
- Kita tinggalkan orang-orang Amerika, namun tengok ke diri kita
MENAKAR NILAI SHALAT SUBUH
Keistimewaan-keistimewaan Shalat Subuh :
- Pahala Tanpa Batas
1.
Pahala
shalat Malam Satu Malam Penuh
Diriwayatkan Muslim
dari Utsman bin Affan berkata, Rasullullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang shalat Isya’ berjamaah maka seakan-akan dia telah
shalat setengah malam. Dan Barngsiapa shalat Subuh berjamaah (atau dengan
shalat Isya’ seperti yang tertera dalam hadits Abu Dawud dan Tirmidzi) maka
seakan-akan dia telah melaksanakan shalt malam satu malam penuh”. (HR.
Muslim)
2. Sumber
Cahaya di Hari Kiamat
Dari Buraidah Al-Aslami, ia berkata bahwa
Rasullullah SAW bersabda:
“Berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang banyak berjalan dalam
kegelapan menuju masjid dengan cahaya yang sangat terang pada hari kiamat”. (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah)
3. Surga
yang Dijanjikan
Diriwayatkan dari Abu Musa Al-Asyari, ia
berkata Rasullullah SAW bersabda:
“Barangsiapa yang shalat dua waktu yang dingin maka akan masuk surga”.
(HR. Al-Bukhari)
- Melihat ALLAH
Orang yang menjaga dua shalat, yaitu shubuh dan ashar maka akan mendapatkan
keistimewaan melihat ALLAH di surga.
Dari Jarir bin
Abdullah, ia berkata :
“Kami sedang duduk bersama Rasulullah, ketika melihat
bulan purnama. Beliau berkata, ‘Sungguh kalian akan melihat Rabb kalian
sebagaiman kalian melihat bulan yang tidak terhalang dalam melihatnya.”
Kemudian beliau berkata: “Apabila kalian mampu, janganlah kalian menyerah dalam
melakukan shalat sebelum terbit matahari dan shalat sebelum terbenam matahari.
Maka lakukanlah.” (HR.
Al-Bukhari dan Muslim)
- Siksa Pedih Bagi yang Meninggalkannya
- Shalat Sunnah sebelum Subuh Lebih Mulia daripada Dunia Seisinya
Shalat fajar- yaitu
shalat sunnah sebelum shubuh- merupakan
shalat sunnah yang paling banyak pahalanya dibandingkan shalat sunnah lainnya.
Diriwayatkan dari Aisyah, beliau berkata: “ Tidak ada shalat sunnah yang lebih
diperhatikan Rasulullah selain shalat sunnah sebelum subuh”. (HR.
Al-Bukhari)
Rasullullah SAW bersabda – yang
diriwayatkan dari Aisyah:
“Dua rekaat fajar (shalat sunnah sebelum subuh) lebih baik dari dunia dan
seisinya”. (HR.Muslim)
- Perlakuan Khusus terhadap Shalat Subuh
- Shalat subuh merupakan salah satu shalat yang pertama kali diwajibkan atas kaum muslimin, di samping shalat Ashar.
- Adzan subuh berbeda dengan adzan pada shalat-shalat yang lain .
- Rasulullah memberikan doa khusus setelah shalat subuh yang berbeda dengan shalat yang lain.
- Rasulullah selalu menyuruh kaum muslimn untuk memendekkan bacaan waktu shalat, kecuali subuh.
- Bacaan khusus Rasulullah di hari Jumat pada waktu subuh.
- Pada rekaat pertam Rasulullah membaca surat As-Sajdah dan Surat Al-Insan pada rekaat kedua. Keistimewaan ini tidak terjadi pada shalat wajib yang lain.
- Shalat subuh tidak bisa di-qashar dan di-jama’
- Waktu yang Menjadi Saksi
Allah mengagungkan
waktu subuh di dalam Al-Quran, ia tidak pernah bersumpah dalam kitabNya dengan
waktu shalat kecuali shubuh dan ashar.
“Demi fajar, dan malam yang sepuluh.” (QS. Al-Fajr: 1-2)
- Berada di Bawah Lindungan ALLAH
Diriwayatkan dari Jundab bin Sufyan, bahwa
Rasullullah SAW bersabda:
“Barangsiapa yang menunaikan shalat subuh maka ia
berada dalam jaminan ALLAH. Maka jangan coba-coba membuat Allah membuktikan
janji-Nya. Barangsiapa membunuh orang yang menunaikan shalat shubuh, ALLAH akan
menuntutnya, sehingga Ia akan membenamkan mukanya ke dalam neraka”.
(HR. Muslim,
At-tirmidzi dan Ibnu Majah. Lafal diatas menurut riwayat Ibnu Majah)
- Muara Ilmu dan Iman
Shalat subuh menjadi salah satu sarana penting dalam tarbiyah, karena
shalat shubuh merupakan saat-saat ketika hati dan pikiran sedang jernih.
- Latihan Harian bagi Ruhani
Rasulullah selalu menganjurkan untuk tetap tinggal di dalam masjid setelah
shalat shubuh hingga waktu terbit matahari.
Diriwayatkan dari
Anas bin malik, bahwa Rasullullah SAW bersabda:
“Barangsiapa mengerjakan shalat subuh dengan berjamaah
kemudian duduk berzikir kepada ALLAH hingga terbit matahari, kemudian shalat
dua rekaat, maka baginya seperti pahala haji dan umrah yang ditunaikan dengan
sempurna... dengan sempurna... dengan sempurna!” (HR At-tirmidzi)
- Penghapus Dosa Setengah Usia
- Berkah di Tiap Langkah
Rasulullah SAW menarik perhatian para sahabat dengan penyertaannya bahwa
keberkahan itu ada di waktu pagi.Diriwayatkan dari
Shakhr Al-Ghamidi, ia berkata bahwa Rasullullah SAW bersabda, “Ya ALLAH berkahilah umatku di waktu pagi.”
(HR. At-tirmidzi, Abu Dawud, Ahmad dan Ibnu Majah).
SHALAT SUBUH, DI MATA SALAFUSHALIH
Ternyata
dibalik pelaksanaan dua rakaat di ambang fajar, tersimpan rahasia yang
menakjubkan baik dari sisi keimanan maupun dari sisi keilmuan. Banyak
permasalahan yang, bila dirunut, bersumber dari pelaksanaan shalat Subuh yang
disepelekan. Itulah sebabnya para
sahabat Nabi berusaha sekuat tenaga agar tidak kehilangan waktu emas itu.
Pernah suatu ketika mereka terlambat shalat
Shubuh dalam penaklukan benteng Tastar. “Tragedi” ini membuat sahabat semisal
Anas bin Malik selalu menangis bila mengenangnya. Anas berkata, ”Buat apa
Tastar? Sungguh shalat subuh telah berlalu dariku. Sepanjang usia, aku tidak
akan bahagia seandainya dunia diberikan kepadaku sebagai ganti shalat ini.
TIPS MUDAH MENJALANKAN SHALAT SUBUH
- Ikhlaskan niat hanya karena Allah, dan berikanlah hak-haknya
- Bertekat dan introspeksilah diri setiap hari
- Bertaubat dari dosa-dosa dan berniatlah untuk tidak mengulanginya kembali
- Perbanyaklah membaca doa agar Allah memberi kesempatan untuk solat subuh
- Carilah kawan yang baik
- Latihlah untuk tidur dengan cara yang diajarkan Rasulullah (tidur awal, berwudhu’ sebelum tidur, miring ke kanan, berdoa) Sampaikanlah kepada orang lain gaya hidup anda yang baru
- Menyedikitkan makanan sebelum tidur serta jauhilah teh dan kopi pada malam hari
- Tulis pengingat shalat subuh dan gantunglah di atas dinding
- Bantulah dengan tiga bel (jam weker, telepon, bel pintu)
- Ajaklah orang lain untuk shalat subuh dan mulailah dari keluarga anda.
DAHSYATNYA WAKTU SUBUH
“Dirikanlah shalat dari sesudah matahari
tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) Subuh. Sesungguhnya
shalat Subuh itu disaksikan malaikat.
(QS. Al-Isra : 78)
Lalu... Apa yang menghalangi kita shalat subuh?
Bukankah ia menjadi bagian yang begitu besar dibanding dunia?
Langganan:
Postingan (Atom)


























.jpg)






