Minggu, 01 Juni 2014

Graduation


saya sungguh bersyukur akhirnya terjadi. Terima-kasih :)

Senin, 26 Mei 2014

Tentang perizinan

Ditemani brownis kukus dan irama hujan saya merenung. Sebenarnya suasana hati saya saat ini sedang tidak baik. Hari ini saya berencana ke rumah teman saya di Alahan Panjang, Solok, dan rencana tersebut terpaksa dibatalkan. Terakhir kali saya kesana sekitar 3,5 tahun yang lalu.Pertama kali saya berkunjung saya sudah merasakan nyaman dan perasaan seperti di rumah. Seperti petatah minang: Jauah cinto mancinto, dakek jalang manjalang (Rasa kekeluargaan yang tak kuinjung habis, walau jauh dimata tapi dekat di hati).

Saat itu, saya berjanji bahwa suatu saat saya harus ke sana kembali. Hari ini saya memutuskan untuk kesana kembali untuk bersilaturahim sekaligus menikmati udara yang sudah saya rindukan.  Namun apalah daya, izin dari ibunda tercinta tidak didapatkan.Terpaksa saya urungkan misi saya dan berdoa agar suatu saat saya bisa diberi kesempatan kesana kembali.

Saya merenung betapa berbedanya cara berfikir saya dari waktu ke waktu. Fikiran saya menyelam ke beberapa tahun yang lalu. Dulu saya tidak terlalu mementingkan 'izin' sebelum berpergian kemana pun karena status saya sebagai anak perantauan. Orang-tua saya memberikan kami kebebasan sejak awal kuliah dan kepercayaan itu saya jaga baik-baik sebagai tanggung-jawab seorang anak.Karenanya,tidak semua perjalanan ke luar Padang saya laporkan. Namun, satu pesan abak yang saya pegang, "Jangan berenang di sungai , pantai atau laut", pesan itu saya jalankan dengan baik, karena saya memang tidak bisa berenang, hehehe.

Pernah saya berkunjung ke Pulau Pagang, sesampainya di pulau baru saya telfon abak untuk mengabarkan. Untung saja di sana ada sinyal. Kalau saya bilang sebelum berangkat pasti abak keberatan. Itu salah satu taktik saya agar bisa berpergian tanpa membuat orang-tua khawatir. Dan hampir kebanyakan perjalanan, setelah sampai di tempat baru saya kabarkan keduanya.

Jangan tiru saya.

Tahun lalu, saya berkunjung ke Padang Panjang, silaturahim sekaligus refreshing ceritanya. Daerahnya sangat cantik, sejuk dan hijau, khas daerah ketinggian. Pagi itu, kami memutuskan untuk berkeliling dengan sepeda. Malang tak dapat diraih untung tak dapat ditolak, saya menabrak tiang rambu-rambu jalan dan mengalami patah tulang sehingga harus dioperasi. Kabar sampai di Depok dan membuat orang-tua kaget dan khawatir lantaran saya harus operasi sore itu juga. Bersyukur, keluarga teman saya sangat baik dan amat membantu saya. Jadilah keesokan harinya, terjadi adegan film india sesampai mama di RS Padang Panjang. Mama nangis liat keadaan saya. Kejadian itu, terpatri dalam benak saya. Saya membuat mama menangis karena kecerobohan saya dan paling tidak menyenangkannya bahkan mama tidak tau kalau saya ke Padang Panjang karena saya memang tidak mengabarkan beliau sebelumnya.

Kaluah kasah papek nan ampek, sarato anggota katujuahnyo, panca indra mananggu-angkan, batang tubuah marasokan






Sabtu, 22 Maret 2014

Pict: Aurora Borealis

Alaska

Alaska

Finlandia

Finlandia

Canada

Alone star

Suatu ketika saya tertegun memandang langit malam dalam perjalanan pulang menuju kosan. Malam saat itu cerah. Namun tidak terlalu banyak bintang yang bermunculan. Bulan bercahaya indahnya. Bukan bulan tapi yang menjadi fokus saya saat itu. Sebuah bintang bersinar mencuri perhatian saya. Cantik seperti permata yang berkilauan.  Tapi saya merasakan kesepian memandangnya.Bintang itu hanya sendiri tidak dalam konstelasi. Ataukah memang gugusannya yang lain tidak tampak karena langit begitu cerah.

Kenapa bintang itu sendiri?


Selasa, 11 Maret 2014

Lubuk Nyarai, it's all about green


Honestly, di kebanyakan perjalanan saya lebih sering ke pantai atau sebuah pulau, satu ketika teman saya mengajak ke sebuah air terjun di daerah Lubuk Alung, Lubuk Nyarai namanya. Asing bagi saya nama tempat wisata ini, namun setelah mencari info di dunia maya saya langsung semangat. Yupps, I must be there.


Benar adanya sebuah ungkapan "butuh perjuangan untuk mencapai tempat yang indah"
Untuk mencapai air terjun Lubuk Nyarai dibutuhkan 2 jam perjalanan treking. Lelahnya perjalanan terbayar dengan pemandangan yang indah. Ini layak disebut "Hidden paradise".
Tapi kami pergi ke sana di hari yang salah. Kami pergi di hari minggu yang notabene-nya hari libur, ga heran tempat ini amat sangat ramai. Saya tidak bisa mengambil gambar yang bagus di "spot" air terjunnya karena terlalu banyak manusia. Jadilah saya hanya menikmati pemandangan itu tanpa bisa membagikannya. Tapi saya yakin, sudah banyak orang yang share tentang "lubuk nyarai" di internet. Itu sebabnya saya benar-benar tertarik ingin kesini.


Keseluruhan perjalanan saya disuguhkan alam yang berwarna hijau. Cantik. Bahkan air sungai pun terlihat hijau. Saya berkesimpulan bahwa pantulan dari hutan di sekeliling sungailah yang berperan besar sehingga air sungai terlihat hijau. Menyejukkan mata :)


Selasa, 04 Februari 2014

Tempat yang Membuat Nyaman

Lama sekali saya mengabaikan blog ini. Baiklah, sarana ini diabaikan lebih dari 1 semester. Banyak yang terjadi dalam satu semester terakhir pada kesehatan saya. Keajaiban yang membuat saya menjalani operasi 2 kali. Bila dijumlah dengan awal tahun totalnya 3 kali dalam 2013. Keadaan ini yang membuat studi saya terundur 2 semester.

Untuk memulai studi setelah hampir 2 semester vakum itu ga mudah. Nyatanya saya membutuhkan usaha yang besar untuk membangkitkan semangat saya di tengah ketertinggalan. Lebay sangat tapi memang sulit.
3 Bulan terakhir ini saya kembali mencoba membuat tesis setelah waktu yang lama tidak menyentuh segala buku-buku dan jurnal-jurnal yang berkaitan dengan studi saya. Rasa menyesal tentu terbesit tapi saya tidak mau terlalu lama menyesal tapi tidak ada perbaikan.

Jenuh. Iya.
Bingung. Iya
Pusing. Iya
Kebingungan saya berawal dari satu pertanyaan : Mulai dari mana? I don't even know where sould I start?

Syukurlah saya sudah menemukan cara buat move on..
Salah satunya dengan mencari suasana yang nyaman yang bisa membuat saya bisa fokus dengan studi saya. Karena di semester ini saya sudah tidak kuliah, hanya penelitian saja, tidak juga bekerja lagi. Saya bebas untuk dimana saja. Di kos seharian juga tidaklah menyenangkan. Karena saya orang yang cepat bosan.

Cara pertama saya coba untuk mengungsi ke tempat teman. Tapi akhirnya malah ngobrol-ngobrol terus.
Selanjutnya saya ke tempat uniang, kasus yang sama terulang, tesisnya cuma sebentar, ngobrolnya lama.
Berpindah ke tempat makan yang menurut saya kondusif plus wi-fi tentunya, tidak bisa, saya malah ngamatin orang-orang disekeliling saya.
Di kampus juga kurang nyaman.

Rasanya seperti lagu ayu ting-ting, "dimanaa.. dimana.. dimana.."

(menghela nafas)

Looking for a cozy place is very hard.

Cozy place to read



Jumat, 12 Juli 2013

Hujan itu Istimewa

“Dan yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan) lalu kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati, seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari dalam kubur).” (QS. Az-Zukhruf, (43):11)



Saya suka hujan. Saya melihat tetesan hujan dari atap. Saya senang melihat air hujan yang membasahi tanah, pepohonan dan dedaunan.

Saat kecil saya suka main hujan-hujanan. Berbasah-basahan di bawah tetesan hujan sambil loncat-loncat di genangan air dan akhirnya diomeli mama karena basah kuyup. Ketika SMP dan SMA, saya juga sering hujan-hujanan pulang dari sekolah. Karena saya tipikal anak yang menganggap ribet dengan payung, jadinya saya malas bawa payung ke sekolah saat musim hujan. Dan jadilah basah-basahan sampai di rumah. Tetapi saya tidak sendirian melakukan aksi hujan-hujanan. Selalu ada teman di samping saya.

Ternyata mandi hujan juga pernah dikerjain Rasul SAW. Seperti yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam shohihnya. 
Dari Anas rodhiyallahu ‘anhu, kami pernah bersama Rasul sholallahu ‘alayh wasallam pada saat hujan turun membasahi kami. Maka Rasulullah SAW membuka bajunya sampai hujan membasahi tubuhnya. Kami berkata “wahai Rasulullah kenapa engkau melakukan ini?”. Ia pun berkata “sesungguhnya ini adalah perkataan (rahmat) yang dijanjikan Allah ta’ala. 

See!! hujan adalah rahmat dari ALLAH.
Hujan merupakan salah satu perkara terpenting bagi kehidupan di muka bumi. Hujan adalah sumber kehidupan.

Dan di antara tanda-tanda-Nya (ialah) bahwa kau lihat bumi kering dan gersang, maka apabila Kami turunkan air di atasnya, niscaya ia bergerak dan subur. Sesungguhnya Tuhan Yang menghidupkannya, Pastilah dapat menghidupkan yang mati. Sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Fushshilat [41] : 39).


Bagi saya hujan itu Romantis. Dan saya tidak sendiri berfikir demikian. Suatu ketika saya sedang berjalan di lorong kampus bersama seorang teman. Saat itu langit mulai gelap dan menunjukkan tanda-tanda akan hujan. Tanpa sengaja saya mengatakan kalau saya sangat senang dengan hujan. Menurut saya hujan itu romantis. Tanpa diduga teman saya tadi menyetujui perkataan saya. Dia juga berfikir bahwa hujan itu indah dan romantis. Saya tadinya takut dibilang nerd karena kebanyakan orang akan mengeluh bila turun hujan. Saya senang mendapati orang yang berfikiran sama. Selanjutnya, kami bersama-sama menampung air hujan dari cucuran atap dengan tangan kami. Sekarang, walaupun kami telah jauh, tapi apabila hujan turun, saya akan mengirimkannya pesan bahwa di daerah saya tinggal sedang turun hujan dan hujan itu selalu mengingatkan saya dengan teman saya tadi.

Saya sangat suka hujan. Saya pernah menangis di bawah air hujan. Saat itu saya sedang dirundung masalah yang ingin sekali saya tumpahkan. Saat itu hujan turun, saya tidak melewatkan kesempatan untuk berdoa kepada ALLAH agar diberi petunjuk dan kekuatan. Saya memandang hujan dari balkon kosan, dan saya pun melangkah kebawah hujan dan tanpa tersadar air mata saya keluar, saya menangis, saya menangis di bawah hujan. Saya tumpahkan semuanya. Setelah itu? saya lega. Saya lega dan bersyukur. Menangis dibawah tetesan hujan ternyata tidaklah terlalu buruk. Orang lain pun tidak akan bisa membedakan air mata dengan air hujan. Hanya tuhan lah yang tahu bahwa kita menangis. 

Saya sangat suka hujan. Terlebih lagi saat saya mengetahui saat hujan ALLAH mengabuli doa dari hambanya. Oleh karena itu saya tidak mau melewatkan hujan tanpa berdoa. Bersabda Rasulullah SAW Dua do’a yang tidak akan ditolak: do’a ketika adzan dan do’a ketika ketika turunnya hujan. 

Saya suka hujan. Tapi terkadang hujan yang amat sangat lebat juga menakutkan.  Rasulullah SAW suatu saat pernah meminta diturunkan hujan. Kemudian ketika hujan turun begitu lebatnya, beliau memohon pada Allah agar cuaca kembali menjadi cerah. Rasulullah SAW berdo’a,

Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami. Ya Allah, turukanlah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah dan tempat tumbuhnya pepohonan

 Ibnul Qayyim mengatakan, ”Ketika hujan semakin lebat, para sahabat meminta pada Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam supaya berdo’a agar cuaca kembali menjadi cerah. Akhirnya beliau membaca do’a di atas.”

Saya sangat suka hujan. Hujan adalah rahmat ALLAH SWT. Air hujan yang turun dari langit mengandung keberkahan. Makanya sangat tepat dikatakan bahwa Hujan itu Istimewa.