Tampilkan postingan dengan label West Sumatra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label West Sumatra. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 Juni 2013

Pulau Kapo- Kapo (Kapo-kapo Island)

 Welcome in Kapo-kapo island!!
It's one of hidden paradise from West Sumatra..
Here, I'll guide you to know about Kapo-kapo Island specifically :)

Pulau kapo-kapo terletak di daerah Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Sekitar 20 menit dapat ditempuh melalui boat nelayan dari daerah Tarusan, Painan.

Jalan masuk pulau
Jangan harap akan mendapatkan dermaga yang bagus saat akan menuju ke Pulau tersebut. Yang ada malah jajaran hutan bakau akan yang akan kita lalui sebelum menuju daratan. Karena kapal kami tidak bisa melewati perairan yang dangkal di area hutan bakau jadi untuk memasuki pulau itu dengan kapal nelayan- sekoci- jalan.
Dan akhirnya saya tercengang saat tiba di Pulau. Subhanallah, seakan melihat dunia baru, pantai yang indah, sepi, dan damai. Tapi jangan harap sinyal handphone nya penuh, yang ada malahan tanda emergency call.

Di Pulau tersebut terdapat satu mushalla dan beberapa rumah penduduk. Anak-anak SD di Pulau tersebut harus pergi ke pulau yang lain untuk bersekolah karena memang tidak ada SD disana. Ga kebayang bagi saya perjuangan anak-anak tersebut untuk sekolah. Lah wong saya saja harus basah-basahan melewati hutan bakau untuk masuk ke Pulau tersebut.

Pasir putih yang indah, koral di tepi pantai, air laut biru yang luas dipayungi langit biru yang indah, bagi saya ini SEMPURNA. Saya ga muluk-muluk menamakannya hidden paradise. Padahal sebelumnya saya sempat gelisah karena pagi harinya hujan. Saya khawatir cuaca hujan tidak berhenti. Syukur langit disana sangat cerah sehingga betah berlama-lama duduk di atas pasir putih. 

Seashore at Kapo-kapo Island
 Selepas shalat zuhur, kami makan siang diatas rumput diantara pohon-pohon kelapa. Jangan ditanya rasanya, saya yang bukan pecinta ikan bahkan dengan lahapnya makan gulai ikan yang disuguhkan. Sepertinya suasana pulau tersebut menambah selera makan saya. Hap..hap..hap makan dengan lahap :)

Ikan kecil diantara karang
Sebenarnya saya tidak sabar ingin segera menjelajahi pantai disana. Makan siang selesai, kami berpencar. Ada yang foto-foto, mancing, snorkeling, ngobrol-ngobrol dengan penduduk sekitar dan saya tentu saja berjalan di sepanjang pantai. Pasirnya bersih..bersih..bersih sekali. Tapi dari tepi pantai kita tidak bisa langsung berenang karena terdapat jajaran karang sepanjang 10 meter ke arah laut. Saking jernihnya air laut tersebut, kita bahkan bisa melihat ikan-ikan kecil berenang di antara karang. Kawaiii  >.<




So, monggo, kalo mampir ke Sumatera Barat, Pulau ini recomended banget deh buat dijelajahi. Kalo lagi mengunjungi Pulau Cubadak aka Pulau Mandeh (di Pulau ini sudah ada resort yang dikelola orang asing), mampir juga atuh ke pulau Kapo-kapo, cuma sekitar 10 menit dari Pulau Cubadak. Walau basah-basahan masuk ke Pulau Kapo-kapo, tapi kalau sudah sampai sana, ga bakalan nyesel dan ga terlupakan.

Buah apa ya namanya?

Apa yang ganjil dalam gambar ini?

Selasa, 11 Juni 2013

Ghost House (Rumah Hantu) at Padang Fair

Sesuai namanya, Padang Fair merupakan exhibition seputar kota Padang. Stand-stand yang ada tidak hanya dari badan pemerintahan kota, ada juga kabupaten-kabupaten lain di Sumatera Barat, bahkan provinsi-provinsi tetangga. Ada juga stand UKM, makanan, property bahkan kredit kendaraan bermotor. Bertempat di komplek GOR Agus Salim, berdekatan dengan tempat penyelenggaraan Dragon Boat. So, habis nonton dragon boat, marilah kita mampir ke Padang Fair. Seperti kata pepatah, sambil menyelam minum air :)
Reaksi masyarakat kota Padang cukup antusias dalam event ini terbukti dengan susahnya saya berkeliling saking ramainya pengunjung (salah juga sih, malam mingguan ke situ, ya iyalah bakalan ramai).

Namun, walaupun berdesak-desakkan, saya cukup senang, karena saya suka keramaian. Tapi kalo dalam keadaan seperti ini harus waspada sama copet. Ingat kejahatan bukan hanya karena ada niat pelaku, tapi karena juga ada kesempatan. waspadalah..waspadalah!!

Selain exhibition, Padang Fair juga dimeriahkan oleh pasar malam dadakan dan panggung musik. Untuk yang terakhir disebutkan tadi saya kurang tertarik. Yang agak saya sayangkan, kalo ada pasar malam pasti juga ada permainan semacam tebak peruntungan, lempar kaleng dan sejenisnya (menurut saya seperti undian).

Kali ini saya malah mengunjungi rumah hantu. Tentu saja tidak sendirian, berdua dengan sahabat saya, Pute, akhirnya kami membeli tiket dan mencoba uji nyali tersebut. Pute sangat excited ingin masuk rumah hantu tersebut. Saya dengan tampang tidak yakin mengikutinya di belakang. Bukan apa-apa, saya memang penakut, tapi rasa gengsi saya yang ngantri bareng remaja-remaja ababil lebih besar. Umur saya hampir seperempat abad dan masih nyoba masuk rumah hantu, apa kata dunia??

Dua teman kami yang lainnya menunggu di luar, mereka memilih tidak ikut dan duduk istirahat.
And here it is.. kami mulai memasuki lorong yang gelap. Berjalan rombongan dengan remaja labil tadi dan 2 mahasiswi, saya berjalan paling belakang. Maklumlah lorong tersebut hanya bisa dilewati 1 orang.

Saya sedikit khawatir bila saya nanti kaget melihat sosok yang menyeramkan dan.. dugg.. saya jatuh or nabrak sesuatu dan kena lengan atau bahu kiri. Maklumlah, saya baru pulih dari operasi februari kemarin, dan tangan kiri adalah wilayah yang harus saya jaga ke-hati-hati-annya.

Dan sudah seperti saya duga, inilah nyusahinnya anak ababil, baru masuk mereka udah teriak-teriak ga jelas.. Walhasil, salah seorang dari mereka milih balik ke pintu masuk dan yang lainnya ngikut. Perlu dicatat, mereka semua cowok. Saya langsung pasang wajah BT, karena jalannya sempit, saya takut salah seorang dari mereka nyenggol lengan kiri saya. Padahal saya juga sih yang salah, nekat masuk. Dan kalo dipikir-pikir, pas saya seumuran mereka pasti akan bereaksi sama.

Tersisa 4 orang, 2 mahasiswi tadi, pute dan saya. Dan saya tetap paling belakang..

Perjalanan dilanjutkan. Kami melewati lorong-lorong gelap. Terdengar suara orang memukul-mukul seng yang menjadi pembatas lorong di kanan kiri kami.

PRANGG.. TANG.. PRANG..TANGG

Mahasiswi di depan tadi teriak kaget, ternyata ada seseorang yang memakai topeng Ghostface (film Scream). Saya bengong melihatnya. Dan pemandangan hantu-hantu selanjutnya tipikal hantu-hantu Indonesia, kecil, kotor or rambut awut-awutan seperti itu. Cuma anehnya saya hanya terpana. Maklumlah, hantu-hantunya kan di kurung. Tadinya saya pikir bakal ada pocong jalan (upss.. biasanya kan loncat ) or kunti terbang yang diperankan oleh tim kreatif. Tapi, ternyata tidak ada. Cukup kecewa bercampur lega juga sih. Tapi yang membuat ga seru sebenarnya, ya itu tadi, suara-suara..

PRANGG.. TANG.. PRANG..TANGG
Berisik.. seperti berada dalam area proyek pembangunan, or arena pedang..

Perjalanan berakhir, kami menemukan cahaya. Itu artinya pintu keluar dan perjalanan dalam rumah hantu harus berakhir. Dan komentar saya dan Putri pun sama, gitu doang!! ihh berisik banget mukul-mukul dindingnya!! Mungkin maksud tim kreatif agar pengunjung kaget, dan merasakan horor. Tapi yang saya rasakan adalah polusi suara. Mungkin akan horror kalo di putar kaset atau musik-musik kejawen. Yang terpenting adalah saya tidak cedera or bermasalah apapun dengan lengan kiri saya.

Ghostface

Sekian tentang Ghost House, mungkin dengan kejadian ini ada yang bisa diambil hikmahnya. Apa ya hikmahnya? Waspada pada saat keramaian, jaga barang bawaannya, ingat kejahatan bukan hanya karena ada niat pelaku, tapi karena juga ada kesempatan. waspadalah..waspadalah!!

Sabtu, 08 Juni 2013

Dragon Boat : Event Internasional Kota Padang


 Hari ini kota padang disibukkan oleh berbagai macam event, seperti Dragon Boat, Padang Fair, Festival Siti Nurbaya, Tour De Singkarak sampai kunjungan pak Wakil Presiden (kalo yang terakhir ini saya ga tau dalam rangka apa).

Sebagai warga Padang (yang tidak punya KTP Padang), saya cukup excited. Namanya event tahunan, so pasti penasaran kayak apa sih acaranya tahun ini. Belum tentu juga kan saya bakal tinggal di Padang lagi untuk tahun yang akan datang.

Akhir pekan ini, saya sudah memutuskan untuk menyaksikan festival perahu naga or Padang International Dragon Boat Festival XI. Event ini diikuti oleh 27 tim yang bertanding, berasal dalam dan luar negeri. Sedangkan tim dayung mancanegara yang ikut serta kali ini yaitu, Burleigh Fire Dragons Australia, Insaniah Universiy College Dragon Boat Malaysia, Cambodia National Dragon Boat, dan Army Dragon Boat Philippine serta PODSI Indonesia.
  
Acara ini diselenggarakan di Banjir Kanal GOR Agus Salim Padang. Selepas Ashar saya meluncur ke sana dan sudah seperti yang sudah saya duga, sangat ramai sodara-sodara!! tidak mudah mendapat spot yang bagus untuk menonton karena sudah penuh oleh masyarakat yang antusias menyaksikan acara ini. 

Beruntung saya mendapatkan tempat yang pas setelah bolak-balik kesana-kemari. Saya duduk diantara uni-uni dan seorang bapak. Si uni cukup ramah, kami sempat mengobrol dan mengomentari penampilan tim-tim yang akan bertanding. Saat itu 4 tim yang bertanding adalah dari tim Sumbar, tim Agam, tim Bule (saya ga tau negara mana) dan tim DKI. Ketika tim bule tadi naik perahu, sontak uni disebelah saya tadi nyeletuk penampilan mereka yang besar-besar.

Kok taka iko badannyo, kalahlah urang awak. Caliaklah tadi urang awak ngeneang-ngeneang kan? 
(Kalo badannya seperti ini, orang kita bisa kalah. Coba lihat orang sumbar td badannya kecil-kecil kan?)

Saya tersenyum mengiyakan. Saya saja sempat cemas saat bule-bule tadi naik perahu, takut ga muat sama badan mereka yang besar-besar, he..he..he.. Tapi dugaan saya salah, muat kok, he..he..he..

Saat tim bule berangkat menuju garis start dari dermaga, para penonton bersorai dan tepuk tangan. 
Loh..loh.. ada yang ganjil, saat tim sumbar maupun agam tadi berangkat menuju start, cuma diliatin aja.


Sayangnya saya langsung pindah tempat duduk sebelum lombanya dimulai. Si bapak tadi mulai merokok dan tentunya asap rokoknya pas berhembus ke arah saya yang duduk di sebelahnya. Benar-benar mengganggu kesenangan saya. Terpaksa pindah deh, padahal saya sudah punya teman ngobrol yang asyik, ya si uni tadi.

Selanjutnya perlombaan dimulai, masing-masing tim saling beradu kecepatan dalam mendayung perahu naga menuju garis finish. Sorak-sorai dukungan dari penonton pun memeriahkan. Dan penonton pun satu suara, mereka meneriakkan "Sumbar!! sumbar!"
hmmm.. tadi pas bule berangkat menuju start dari dermaga diberi tepuk-tangan, tapi dalam race yang race sesungguhnya pastinya mendukung bangsa sendiri dong!

Saya pun tidak kalah excited berteriak "Ayo Indonesia!!" loh..loh.. kan ga ada tim Indonesia di situ. Yang ada Sumbar, Agam dan DKI. Terserahlah yang menang, yang penting dari Indonesia.

Ok.. akhirnya tim DKI yang menang dari race tersebut. Walaupun badannya kecil-kecil tapi kecepatannya oke punya, Bahkan tim bule tadi urutan ke-3 dalam race tersebut. Tapi tetap saja, saat tim bule turun dari perahu, para penonton tepuk tangan, he..he..he..

Saya melirik Hp dan terdapat pesan dari teman saya kalo mereka sudah tiba dan duduk di tempat yang berbeda. Dan saya mulai melakukan pencarian, syukur ketemu :)
Akhirnya saya dan teman-teman melanjutkan menonton pertandingan perahu naga sampai 4 kali racing, dan tidak lupa foto-fot pastinya. Pertandingan berakhir seiring dengan tenggelamnya matahari sungguh suasana yang sejuk. Tapi perut ini sudah lapar. Baiklah mari kita isi perut ini dan shalat maghrib juga pastinya. 


Next.. saya mau cerita tentang Padang Fair dalam entri berikutnya..
Berhubung belum sempat mindah-mindahin foto-fotonya, jadi foto yang diposting hasil pencarian google. 






Jumat, 15 April 2011

Beautiful Sunset






Pernah melihat sunset yang keren?

Ga perlu jauh-jauh dan ongkos yang mahal untuk melihat matahari tenggelam yang indah. Cukup ke pantai padang (baca= taplau), kita bisa saksikan ciptaan ALLAH yang Maha Dahsyat ini ^0^