Kamis, 23 Desember 2010

Ksatria Tengah Malam

Menunggu aksi penyelamatan.. pukul 1 dini hari..

ada ular di kamar mandi. Gawat-gawat. Gw yakinkan malam ini kalo gw menjadi tidak berani berhadapan dengan ular.

Iklan di pamflet tentang "hubungi kami jika ada ular" bukan tulisan belaka. Di tengah malam, ketika gw ada perlu kamar mandi ternyata ada tamu tidak diundang. Seekor ular di sela-sela pintu kamar mandi. Spontan sebagai manusia yang jarang berhadapan dengan ular, kaki gw langsung gemetar. Saat itu gw sadar kalo gw takut sama ular.

Beruntung masih ada 2 orang penghuni kosan gw yang masih belum tidur di saat itu. Dengan bantuan kain sarung yang menutupi kepala gw karena takut digigit, gw keluar kamar mandi dengan cepat.

Berhasil keluar dari TKP. Permasalahan belum selesai, ular yang sedang terjepit itu bagaimana caranya agar dapat dikeluarkan. Berhubung pengetahuan kami tentang ular sangat minim, bahkan tidak tahu sama sekali, kami menjadi cemas, panik dan histeris.

Cerdasnya teman gw, di saat kritis dia masih ingat pamflet klub pencinta ular di kampus kami. Klub tersebut menawarkan penyelamatan dari ular. Di dalam pamflet tersebut disebutkan bahwa apabila ada ular, silahkan hubungi mereka. Dan itu terbukti. Untungnya lagi, salah satu tim ahli dari klub itu seniornya uni di kos gw.

Setelah dihubungi, uda tersebut mau datang untuk menolong. Sebenarnya ada kekhawatiran apabila mereka tidak mau karena hari sudah sangat malam bahkan dini hari. Usut-usut kemudian, ternyata mereka memang suka keliaran malam-malam untuk menangkap ular karena ular adalah hewan nokturnal (= aktif di malam hari).

Tidak tanggung-tanggung, 4 rombongan motor datang ke kosan kami, berjumlah 8 orang lengkap dengan karung, tongkat besi menangkap ular (seperti punya panji, dan senter di kepala. Sebelumnya gw sempat heran kenapa pake senter kepala segala.

Satu lagi, kamera tentunya sebagai dokumentasi.

Sesampainya di TKP uda sangat terkejut melihat ukuran ular tersebut. Ada nada kecewa di suaranya..
"iko nan gadang tu?" (ini yang katanya besar?)

Akhirnya ular tersebut diambil hanya dengan tangan kosong. Tidak perlu tongkat. Tidak perlu karung.

Selanjutnya ular tersebut diperlihatkan kepada anggota klub yang lain. Dan setelah gw perhatikan baik-baik, ukuran ular tersebut memang kecil, seperti ular peliharaan.

Hmmm.. gw sempat tersipu malu.

Tapi gw bersyukur , ular tersebut telah berada di tangan yang tepat.

Kata uda nya, ular tersebut bukanlah ular berbisa. Selanjutnya ular itu diperkenalkan kepada anggota yang ternyata masih anggota baru dari klub pencinta ular itu. Ekstremnya, si uda tersebut menyuruh adek-adek juniornya itu untuk mencoba gigitan ular itu agar terbiasa dengan gigitan ular.

"Gigitkanlah, agak sakik saketek.." (gigitkanlah, agak sakit sedikit)kata si uda. Si uda pun bercerita bahwa mereka sebenarnya akan berangkat ke HPPB (Hutan Pendidikan dan Penelitian Biologi) UNAND untuk mencari ular. Terjawab sudah mengapa mereka memakai senter di kepala.

Akhirnya kos kami damai kembali. Terima kasih kepada Salvator pencinta ular

Kalian memang keren.. Terimakasih telah menolong kami..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar